Pokok doa harian adalah daftar singkat berisi hal-hal yang ingin kamu bawa dalam doa, ditulis lebih dulu agar saat berdoa kamu tidak kehabisan kata. Untuk pemula, cukup mulai dari satu halaman catatan dengan tiga bagian: syukur, permohonan, dan orang lain. Langkah-langkah di bawah ini bisa kamu ikuti dalam waktu sekitar 15 menit.
Langkah 1: Siapkan alat tulis dan satu tempat tetap
Kamu tidak perlu buku khusus. Buku tulis biasa, aplikasi catatan di ponsel, atau lembar kertas yang dilipat di Alkitab semuanya bisa dipakai. Yang menentukan adalah kebiasaan membukanya di tempat yang sama setiap hari, misalnya meja belajar atau kursi dekat jendela.
Pilih juga waktu yang realistis. Kalau pagi terlalu buru-buru, ambil waktu sebelum tidur. Yang penting di awal adalah keteraturan, bukan durasi panjang.
Langkah 2: Bagi halaman menjadi tiga kolom
Struktur sederhana membantu pemula menghindari kebingungan. Buat tiga kolom dengan judul berikut:
- Syukur: hal-hal yang terjadi hari ini dan patut disyukuri, sekecil apa pun.
- Permohonan: kebutuhanmu sendiri, mulai dari pekerjaan, kesehatan, sampai keputusan kecil.
- Orang lain: nama-nama yang ingin kamu doakan beserta situasinya.
Kolom syukur diletakkan paling depan karena membantu kamu mulai dari sikap hati yang benar. Kalau kamu merasa sulit memulai doa, ada baiknya membaca cara mempersiapkan hati sebelum berdoa lebih dulu.
Langkah 3: Tulis satu kalimat per pokok doa
Satu pokok doa cukup satu kalimat. Contoh: “Bapak pulih dari batuk dan bisa tidur tenang.” Hindari menulis paragraf panjang karena akan menyulitkanmu saat membaca ulang daftar itu besok.
Kalau ada pokok doa yang terasa rumit, pecah menjadi dua kalimat pendek. Doa yang jelas lebih mudah didoakan dengan sungguh-sungguh dibanding doa yang bercabang ke banyak arah.
Langkah 4: Batasi jumlah pokok doa
Pemula sering menulis terlalu banyak lalu berhenti di hari ketiga. Batasi daftar menjadi maksimal tujuh pokok doa per hari. Kalau ada lebih, simpan di halaman cadangan dan pakai minggu berikutnya.
Jumlah yang sedikit membuatmu bisa mendoakan setiap pokok dengan tenang. Perhatian yang tenang lebih berharga daripada daftar yang panjang.
Langkah 5: Sisipkan satu ayat sebagai pijakan
Pilih satu ayat pendek untuk menemani daftarmu hari itu. Cukup satu, tidak perlu banyak. Ayat ini berfungsi sebagai pengingat tentang siapa yang kamu hadapi dalam doa.
Kalau kamu belum terbiasa memilih ayat, lihat panduan cara berdoa dengan ayat Alkitab untuk memilih ayat yang sesuai situasi. Bagi yang baru mulai membaca Alkitab, cara membaca Alkitab untuk pemula memberi urutan bacaan yang lebih mudah diikuti.
Langkah 6: Tandai jawaban doa
Setiap kali satu pokok doa terjawab, beri tanda centang dan tanggal di sampingnya. Tanda ini menjadi catatan nyata yang bisa kamu baca ulang saat merasa doa tidak didengar.
Banyak orang melewatkan langkah ini karena menganggapnya sepele. Catatan jawaban doa justru bagian yang paling menguatkan dari seluruh proses.
Langkah 7: Tinjau daftar setiap akhir pekan
Sisihkan sepuluh menit di akhir pekan untuk membaca ulang seluruh daftar. Coret pokok doa yang sudah selesai, perbarui situasi yang berubah, dan tambahkan nama baru bila perlu.
Peninjauan rutin mencegah daftar menjadi tumpukan usang yang tidak lagi kamu kenali. Kalau kamu ingin memperdalam cara merenungkan ayat yang kamu pakai, lihat cara tetap konsisten merenungkan firman setiap hari.
Contoh pokok doa harian yang bisa kamu tiru
Berikut gambaran isi satu halaman pokok doa untuk hari biasa. Sesuaikan isinya dengan keadaanmu.
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Syukur | Pekerjaan hari ini selesai tepat waktu. |
| Permohonan | Ketenangan menghadapi rapat besok pagi. |
| Orang lain | Ibu di kampung, tetangga yang sedang sakit. |
| Ayat | Satu ayat pendek pilihan hari itu. |
Daftar seperti ini cukup ditulis lima baris. Kamu bisa menambahkan catatan kecil di bagian bawah bila ada hal yang ingin kamu ingat besok.
Kesalahan yang sering dilakukan pemula
Menulis terlalu banyak pokok doa di hari pertama. Menyalin daftar orang lain tanpa menyesuaikan keadaan sendiri. Membiarkan daftar menumpuk berbulan-bulan tanpa ditinjau.
Kesalahan lain yang jarang disadari: menulis pokok doa hanya saat keadaan sulit, lalu berhenti saat semuanya lancar. Menulis juga pada hari biasa melatih kebiasaan yang bertahan.
Ringkasan
Menulis pokok doa harian tidak membutuhkan alat mahal atau kemampuan menulis khusus. Siapkan satu buku, bagi menjadi tiga bagian, tulis satu kalimat per pokok, batasi jumlahnya, dan tinjau setiap akhir pekan. Dalam beberapa minggu, halaman itu akan menjadi catatan perjalanan imanmu sendiri.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah pokok doa harus ditulis setiap hari?
Tidak wajib. Menulis sekali atau dua kali seminggu sudah cukup untuk pemula, asalkan daftarnya dipakai setiap hari. Yang penting adalah keteraturan membaca dan mendoakannya.
Bolehkah memakai aplikasi catatan di ponsel?
Boleh. Pilih aplikasi yang bisa dibuka dengan cepat dan tidak memancing notifikasi lain. Kalau ponsel sering mengalihkan perhatian, buku tulis lebih membantu.
Bagaimana kalau pokok doa tidak kunjung terjawab?
Biarkan tetap di daftar dan perbarui kalimatnya bila perlu. Kamu juga bisa menuliskan apa yang kamu pelajari selama menunggu. Untuk hal yang berat, bicarakan dengan pendeta atau pembimbing rohani yang kamu percaya.